Keluarga Besar Kementerian Agama Kota Sukabumi Terima Vaksin ke-2 Secara Bertahap

Gunungpuyuh (INMAS Kota Sukabumi)
Seluruh Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi melaksanakan Vaksinasi ke-2 secara bertahap. Kegiatan dilaksanakan di dua tempat, untuk guru madrasah sebanyak 1200 orang dilaksanakan di Gedung Juang ’45 pada hari Jum’at (26/03), sedangkan pegawai pada Kantor Kemenag, KUA Kecamatan dan Staff Tata Usaha pada Madrasah dilaksanakan sebanyak 150 orang di RSI. Assyifa pada Rabu (24/03).
Menurut Kasubbag Tata Usaha sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kementerian Agama Kota Sukabumi, H. Rizal Yusup Ramdhan, hampir seluruh pegawai mengikuti kegiatan vaksinasi tahap 2.
“Alhamdulillah semua pegawai kita antusias mengikuti vaksin tahap 2 ini, adapun ada yang tidak mendapatkan vaksin, dikarenakan menurut hasil screening dari para medis, mereka tidak memungkinkan untuk diberikan vaksin saat ini, artinya tidak lolos screening,” Terang Rizal.
Lebih lanjut dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kota Sukabumi yang telah memfasilitasi dan memproritaskan Keluarga Besar Kementerian Agama Kota Sukabumi untuk mendapatkan Vaksin ke 2 tersebut.
Selain itu Kasubbag juga mengingatkan kepada seluruh pegawai yang sudah di vaksin agar bisa istirahat, dan segera melaporkan kepada Gugus Tugas Kemenag Kota Sukabumi maupun kepada tenaga medis yang memberikan Vaksin ke-2 secara langsung apabila mengalami efek samping yang membahayakan.
“Kami himbau kepada teman-teman yang sudah di vaksin, satu dua hari kedepan setelah menerima vaksin ke-2 ini agar jangan dulu beraktifitas yang berat, istirahat, laksanakan pekerjaan di kantor sesuai kondisi badan saja,” Himbaunya.
Terakhir dirinya mengingatkan kepada pegawai yang sudah terdaftar dan belum mendapatkan vaksin, diharapkan mengikuti kembali pada waktu dan jadwal berikutnya.
“Bagi yang belum bisa saat ini, kami harapkan dapat datang kembali pada hari Sabtu (27/03) di RSI Asyifa, semoga sehat pada waktunya, sehingga dapat menerima vaksin semuanya,” Pungkasnya.
Kontriburor: Fitra Nurjaman
